Jumat, 27 Juni 2014

Brasil Paling Banyak 'Palsukan' Cedera

Share & Comment



Menurut riset yang disusun Wall Street Journal, Brasil menjadi skuat yang memiliki jumlah pemain paling banyak melakukan "cedera palsu" berdasarkan data yang dikumpulkan dari 32 pertandingan pertama Piala Dunia 2014.

Riset tersebut menghitung jumlah pemain yang terjatuh setelah bersenggolan atau dihentikan pemain lawan. Media asal Amerika Serikat itu mengemukakan, ada 302 pemain yang terguling kesakitan serta terbaring di atas lapangan sehingga wasit kemudian menghentikan waktu pertandingan untuk sementara. Total waktu yang dihabiskan wasit untuk memberi kesempatan kepada pemain menerima perawatan dari tim medis adalah 132 menit.

Pelanggaran berupa kontak fisik tidak dapat dilepaskan dari pertandingan sepakbola. Tak jarang pula pelanggaran sudah menjadi bagian dari taktik yang lazim dilakukan dengan berbagai tujuan. Misalnya, untuk memancing kartu kuning dari wasit untuk pemain lawan, mendapatkan tendangan bebas di posisi yang menguntungkan, membunuh ritme pertandingan lawan, memberi kepada rekan setim untuk bernafas sejenak setelah tertekan, atau semata-mata ingin mengulur-ulur waktu.

Riset tersebut kemudian mencoret para pemain yang mengalami cedera sungguhan, yaitu sebanyak sembilan pemain yang terpaksa diganti karena tak dapat melanjutkan permainan. Artinya, tinggal tersisa 239 kasus pelanggaran yang menghabiskan waktu total 118 menit 21 detik. 

Sebagai catatan, faktor kesengajaan lawan dalam melakukan pelanggaran kemungkinan tidak dinilai dalam riset ini. Tidak pula dijelaskan secara spesifik apakah setiap pemain yang sungguhan kesakitan setelah dihantam pemain lawan, tetapi kemudian dapat melanjutkan pertandingan, turut dihitung dalam pengumpulan data.
Brasil terhitung paling banyak menerapkan taktik ini. Terdapat 17 insiden "cedera" dalam dua pertandingan awal Grup A dan lima di antaranya dilakukan oleh Neymar - paling banyak di antara rekan-rekan setimnya. Seperti disebutkan WSJ, rata-rata waktu yang dibutuhkan Neymar untuk dapat berdiri tegak kembali adalah 15 detik saja.

Jika dihitung dari total waktu yang dihabiskan pemain untuk bergeliat kesakitan di atas lapangan, Honduras berada di urutan teratas. Tujuh menit dan 40 detik dihabiskan para pemain mereka untuk menerima perawatan - sebagian besar dilakukan pada babak pertama pertandingan Grup E melawan Prancis.

Sementara, tim debutan seperti Bosnia-Herzegovina rupanya tidak tertarik menerapkan taktik yang sama. Negara Balkan itu hanya memalsukan dua kali cedera dengan total 24 detik dihabiskan sebelum sang pemain dapat melanjutkan pertandingan.

Pemain mana yang paling cepat pulih dari "cedera" yang menimpanya dalam pertandingan? Penyerang Ekuador, Enner Valencia. Saat menghadapi Honduras, sang pemain terhitung hanya empat detik berguling di lapangan sebelum bangkit lagi bertanding.

Sebanyak 40 cedera palsu dilakukan tim yang sedang kalah dengan menghabiskan total waktu 12,5 menit. Sementara, tim yang sedang unggul justru lebih banyak melakukannya, yaitu 103 cedera palsu dan memakan waktu empat kali lebih banyak untuk bergeliat kesakitan di atas lapangan.

Sumber: goal.com
Tags: ,

Artikel Di Tulis Oleh

Blog HL8 Sports memuat berita terkini seputar informasi olahraga terbaru dan terupdate langsung untuk Anda. Jangan sampai ketinggalan yaahh ^.^

0 komentar:

Posting Komentar

 

HL8 Sports

HL8 Partners

Masukan Email Sobat Disini

Mau Yang Lebih Menarik?

hl8
Hak Cipta © HL8 Sports | Desain Oleh Templateism.com